Email:  Password:
 Lupa Password?   Buat Akun

Our Favorite Writer

More on this writer »

Sama-Sama Gilaarahkan mouse pada gambar untuk perbesar

Sama-Sama Gila

Rp37.500,-

4.67 dari 5 Bintang!


Format:Soft Cover, dengan Jaket
Ukuran:11 x 18 cm.
Halaman:166 hal.
Kondisi: Baru
ISBN: 979-22-2292-8
Berat:160 gram
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan:2006
Terbit pertama: 2006

  Share



Kitab Kebijaksanaan Orang-orang Gila untuk Bertahan Hidup di Zaman Gila, di Tengah Orang-Orang Gila.

Jadi... ya sudah jelaslah bahwa barangkali buku ini memang bukan untuk Anda. Lagian, ngapain juga ikutan gila, kayak segerombolan orang yang tergila-gila baca buku Anand Gila...

Udahlah, gak ada tempat lagi di rumah sakit gila...

Peringatan Keras: Buku ini khusus bagi mereka yang sudah mengenal mULAH nasrUdDIN dan anand krishna dari dekat. Bila Anda nekat membacanya, Anda tahu bahwa itu Anda lakukan atas risiko Anda sendiri! Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”

Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.

Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org Belajar Menertawai Diri Sendiri
Kedaulatan Rakyat, Minggu/13 Agustus 2006
Judul: Sama-sama Gila
Penulis: Anand Krishna
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli, 2006
Tebal: xvi + 166 halaman

"Jangan mau tampak baik oleh dunia, orang lain dan terutama dirimu sendiri" - Anonim

Buku ini memuat 180 anekdot pendek. Bisa kita pakai sebagai cermin untuk melihat kegoblokan diri kita sebagai manusia. Uniknya, kalau kita sudi membuka topeng yang selama ini menutupi wajah serta berani melihat diri apa-adanya, maka kita akan menemukan sumber kebijaksanaan sejati di dalam diri. Ternyata di balik yang tampak goblok di luar, ada kebijaksanaan di dalam.
Tokoh "gila" kita kali ini ialah Mullah Nasruddin. Manusia historis yang pernah hidup benar-benar dan melawat bumi ini. Ia juga terkenal sebagai seorang Sufi. Konon makamnya bisa ditemukan di Rusia yang notabene atheis. Tapi ada juga yang mengklaim bahwa ia hidup di Iran. Orang Arab turut menyatakan bahwa Mullah pernah tinggal di Jazirah Arab. Bahkan di daerah Bukhara, mereka mengenangnya dengan sebuah monumen khusus.
Namun perlu diingat bahwa Mullah Nasruddh bukan seorang manusia semata. Ia mewakili seluruh umat manusia. Ia adalah Anda dan saya pada saat yang bersamaan. Kenapa? Karena ia mewakili kegilaan dan kegoblokan kita! Ia sungguh tan-ekslusif dan universal. Ia menjadi milik dunia dengan segala kesempurnaan (baca: kegilaan dan kegoblokan)nya.
Para Murshid/Guru Sufi kerap menggunakan kisah-kisah Mullah Nasrudin untuk menyampaikan ajaran esoteris kehidupan kepada para murid. Kisah-kisah semacam ini sudah tersebar sejak berabad-abad silam.
Sudah siap untuk mengungkap kegilaan dan kegoblokan kita?
Mari kita ulas satu kisah, no 69, hal 74. Kebetulan berkisah tentang makana angka 69. Bagi mereka yang sudah berusia tujuh belas tahun ke atas dan sudah menikah, betapa nikamt postur ini. Eit.. jangan terburu-buru mengeluarkan fatwa porno dan melulu berfikir tentang seks ataupun adegan Kamasutra.
Mullah Nasruddin yang pintar memainkan lidah menjelaskan demikian, "Enam, mewakili lima indra dan satu keakuan. Berbahagialah kalian wahai manusia yang berhasil mengedalikannya!" Bukankah hidup semacam ini amat nikmat? Nilai universal yang hendak disampaikan lewat kisah dan perhitungan matematis di atas ialah bahwa roda Sang Kala berputar terus. Hari ini suka, besok duka. Hari ini pesta, besok bela sungkawa. Hari ini kaya, besok miskin. Hari ini makan tempe, besok makan tongseng.
Senada dengan pesan Ki Ageng Surya Mataram, seorang tokoh Kejawen Nusantara yang konon sanggup memasukkan petir ke dalam botol. Beliau berujar begini, "Urip kuwi cen mulur-mungkeret". Secara redaksional beda tapi esensinya sama dengan thesis ilmuwan kondang abad ini, Albert Einstein, segala sesuatu relatif di alam semesta ini, semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Mau terus cemberut mangga, mau tersenyum ya mangga. Sebab, "Beauty is a matter of seeing!"
Banyak cerita jenaka lain yang bisa membuka cakrawala pandang kita yang selama ini terbelenggu oleh dogma usang, pikiran kaku dan arogansi diri. Karena menggunakan joke maka Insya Allah tak akan membuat kita tersinggung dan sakit hati. Kecuali, jika kita tak cukup dewasa.
Lewat buku ini kita bisa menjadi polos, lugu dan apa adanya seperti anak-anak tapi tak kekanak-kanakan alias gampang mutungan, marah dan uring-uringan. Memang dalam proses penelaahan buku gila ini butuh sedikit permenungan. Karena banyak cerita yang kadang membingungkan dan tak masuk akal. Kembali kita bersua dengan realitas paradoksal kehidupan. "Lha wong untuk menertawai diri sendiri kok kudu serius?"
Bahasa buku ini ringan tapi berbobot. Bisa dibaca sambil minum teh hangat ditemani nyamikan pisang goreng. Tapi bersiap-siaplah karena mind set, pola pikir kita tiba-tiba dijungkirbalikkan. Isinya memuat pesan-pesan universal yang dikemas secara santai dan fungky. Dengan membaca, mencerna dan mencecapnya niscaya kita bisa menemukan hikmah kebijaksanaan hidup. (nugroho)


Ulasan:

Menampilkan ulasan 1 sampai 3 dari 3 ulasan
 
5 dari 5 Bintang oleh dany66
Tanggal Dibuat: 09/02/2010
Memang "gila", benar-benar "gila"

Terima Kasih Bapak


5 dari 5 Bintang oleh Haryadi (iu)
Tanggal Dibuat: 14/10/2009
Sindiran yang tajam
Kritikan yang pedas
Spiritualitas yang dalam
tapi dengan bungkusan cerita untuk tertawa.
Great!
Thank You!


4 dari 5 Bintang oleh eka wiantara
Tanggal Dibuat: 26/06/2009
haha, saya mau beli buku ini,,
mudah2an dikasi sama pacar saya..
semoga saya adalah salah satu dr sekian banyak orang gila yg ad..

hmm,, klo isinya 'ngga oke, rate-nya akan saya ubah...
salam...


Menampilkan ulasan 1 sampai 3 dari 3 ulasan
 

Berikan Komentar:


Pilih sebuah peringkat untuk produk ini. 1 bintang adalah yang terburuk dan 5 bintang adalah yang terbaik.



Catatan: Tag-tag HTML tidak diizinkan.
Catatan: Ulasan harus disetujui terlebih dahulu sebelum dapat ditampilkan