Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami
Rp22.000,-
| Penulis: | dr. Sarbini Abdul Murad Maya Safira Muchtar Ulil Abshar-Abdalla |
| Format: | Soft Cover |
| Ukuran: | 11 x 17 cm. |
| Halaman: | 166 hal. |
| Kondisi: | Baru |
| ISBN: | 979-97356-9-6 |
| Berat: | 130 gram |
| Penerbit: | One Earth Media |
| Tweet | Share |
Tragedi besar selalu menyisakan kesempatan bagi umat manusia untuk merenung dan memperbaiki kekeliruan maupun ketidaksadarannya. Jumlah korban yang mencapai ratusan ribu jiwa akibat gempa bumi dan badai tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, semestinya sudah cukup menjadi alasan bagi masyarakat Indonesia untuk mencari makna dan pelajaran di balik bencana besar ini.
Sayangnya, tak semua orang merasa perlu belajar dan berubah. Dengan menyebut bahwa tragedi tsunami adalah “cobaan” atau “azab” Tuhan misalnya, maka tak ada lagi ruang tersisa bagi manusia untuk memperbaiki kesalahannya – karena semua adalah urusan Tuhan dan di luar kemampuan manusia untuk memahami.
Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami adalah upaya dari sejumlah orang yang merasa perlu mencari tahu di manakah kesalahan kita, secara individual maupun kolektif, yang turut memberikan kontribusi bagi apa yang terjadi di Aceh. Menurut buku ini konsepsi kita yang keliru tentang Tuhan serta budaya kekerasan yang kita biarkan terus terjadi, sama-sama merupakan “sumbangan kita” bagi tragedi Aceh.
Yang menarik, buku ini juga menyinggung penemuan ilmu pengetahuan modern tentang hubungan alam, khususnya air, terhadap kesadaran manusia.
Menampilkan sejumlah tokoh muda visioner serta spiritualis universal, buku ini adalah “pengetuk pintu” bathin bagi mereka yang mendambakan kebangkitan Indonesia menuju masa depan yang lebih damai, sadar dan beradab. Bapak Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Lebih lengkap tentang Beliau dapat dilihat di Aumkar.org
Sayangnya, tak semua orang merasa perlu belajar dan berubah. Dengan menyebut bahwa tragedi tsunami adalah “cobaan” atau “azab” Tuhan misalnya, maka tak ada lagi ruang tersisa bagi manusia untuk memperbaiki kesalahannya – karena semua adalah urusan Tuhan dan di luar kemampuan manusia untuk memahami.
Membaca Ayat-Ayat Allah dari Tragedi Tsunami adalah upaya dari sejumlah orang yang merasa perlu mencari tahu di manakah kesalahan kita, secara individual maupun kolektif, yang turut memberikan kontribusi bagi apa yang terjadi di Aceh. Menurut buku ini konsepsi kita yang keliru tentang Tuhan serta budaya kekerasan yang kita biarkan terus terjadi, sama-sama merupakan “sumbangan kita” bagi tragedi Aceh.
Yang menarik, buku ini juga menyinggung penemuan ilmu pengetahuan modern tentang hubungan alam, khususnya air, terhadap kesadaran manusia.
Menampilkan sejumlah tokoh muda visioner serta spiritualis universal, buku ini adalah “pengetuk pintu” bathin bagi mereka yang mendambakan kebangkitan Indonesia menuju masa depan yang lebih damai, sadar dan beradab. Bapak Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Lebih lengkap tentang Beliau dapat dilihat di Aumkar.org















