Bodhidharma: Kata Awal adalah Kata Akhir
Rp30.000,-
| Penulis: |
| Format: | Soft Cover, dengan Jaket |
| Ukuran: | 11 x 18 cm. |
| Halaman: | 174 hal. |
| Kondisi: | Baru |
| ISBN: | 979-22-1771-1 |
| Berat: | 150 gram |
| Penerbit: | Gramedia Pustaka Utama |
| Diterbitkan: | September 2005 |
| Terbit pertama: | 2005 |
| Tweet | Share |
Tak puas dengan dunianya, Jayavarman, pangeran muda dari dinasti Pallava di India Selatan meninggalkan istana untuk melakukan olah rohani di hutan. Setelah pencerahannya, dia berlayar ke Cina atas undangan Kaisar Wu, sekitar lima belas abad yang lalu dan mendapat nama Bodhidharma.
Dalam tradisi Zen banyak yang percaya bahwa Bodhidharma bukan nama seorang petapa, melainkan “esensi tapa” itu sendiri. Sosoknya tak terlalu dipentingkan. Yang penting adalah pesannya! Yang penting adalah transformasi Jayavarman menjadi Bodhidharma. Pesan itu pula yang kemudiaan mereka beri nama “Bodhidharma” – Dharma Budha, yaitu “tuntunan untuk mencapai kesadaran”.
Lewat buku ini Bodhidharma ingin bicara dengan Anda yang percaya bahwa ke-“Budha”-an bukanlah monopoli seorang Budha; bahwa pencerahan dapat dicapai oleh siapa pun. Selamilah Bodhidharma, dan bersiaplah anda mengalami transformasi diri yang luar biasa. Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org
Dalam tradisi Zen banyak yang percaya bahwa Bodhidharma bukan nama seorang petapa, melainkan “esensi tapa” itu sendiri. Sosoknya tak terlalu dipentingkan. Yang penting adalah pesannya! Yang penting adalah transformasi Jayavarman menjadi Bodhidharma. Pesan itu pula yang kemudiaan mereka beri nama “Bodhidharma” – Dharma Budha, yaitu “tuntunan untuk mencapai kesadaran”.
Lewat buku ini Bodhidharma ingin bicara dengan Anda yang percaya bahwa ke-“Budha”-an bukanlah monopoli seorang Budha; bahwa pencerahan dapat dicapai oleh siapa pun. Selamilah Bodhidharma, dan bersiaplah anda mengalami transformasi diri yang luar biasa. Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org














