Seni Memberdaya Diri 2: Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran
Rp35.000,-
| Penulis: |
| Format: | Soft Cover, dengan Jaket |
| Ukuran: | 11 x 18 cm. |
| Halaman: | 244 hal. |
| Kondisi: | Baru |
| ISBN: | 979-655-330-9 |
| Berat: | 210 gram |
| Penerbit: | Gramedia Pustaka Utama |
| Diterbitkan: | April 2002 |
| Cetakan ke: | 3 |
| Terbit pertama: | 1999 |
| Tweet | Share |
Bersentuhan dengan Reiki dan Kundalini, sungguh luar biasa. Apalagi kalau kemudian diberkahi dengan clairaudience dan clairvoyance, yang menjadikannya waskita sehingga bisa mendengar dan melihat hal-hal yang gaib, entah yang sudah atau yang akan terjadi. Sungguh luar biasa!
Bagi seorang Sufi dan seorang Yogi yang pernah bersentuhan langsung dengan Sangkan Paran dan mengalami sendiri Jumbuhing Kawulo Gusti - atau pernah direngkuh oleh Sang Khalik - semua hal yang dahsyat itu tak lebih dari sekedar "gula-gula". Itu hanya pemikat untuk beranjak lebih jauh, agar manusia membuka diri terhadap anugerah Allah yang lebih dahsyat lagi, yaitu ....... (maaf, Anda harus mengalami sendiri sesuatu yang tak terucapkan ini)!
Beranjak lebih jauh berarti meninggalkan, tetapi anehnya dengan itu tidak kehilangan. Sebaliknya, semua yang dahsyat itu justru dilipatgandakan. Beranjak lebih jauh berarti bahwa itu tidak terlalu penting, karena yang penting adalah ....(yang tak dapat dikatakan itu).
Kalau Anda tak mau beranjak dari "gula-gula", Anda tak pantas menerima anugerah yang lebih besar. Lalu, buku ini pun bukan untuk Anda!
Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org
Bagi seorang Sufi dan seorang Yogi yang pernah bersentuhan langsung dengan Sangkan Paran dan mengalami sendiri Jumbuhing Kawulo Gusti - atau pernah direngkuh oleh Sang Khalik - semua hal yang dahsyat itu tak lebih dari sekedar "gula-gula". Itu hanya pemikat untuk beranjak lebih jauh, agar manusia membuka diri terhadap anugerah Allah yang lebih dahsyat lagi, yaitu ....... (maaf, Anda harus mengalami sendiri sesuatu yang tak terucapkan ini)!
Beranjak lebih jauh berarti meninggalkan, tetapi anehnya dengan itu tidak kehilangan. Sebaliknya, semua yang dahsyat itu justru dilipatgandakan. Beranjak lebih jauh berarti bahwa itu tidak terlalu penting, karena yang penting adalah ....(yang tak dapat dikatakan itu).
Kalau Anda tak mau beranjak dari "gula-gula", Anda tak pantas menerima anugerah yang lebih besar. Lalu, buku ini pun bukan untuk Anda!
Anand Krishna adalah warga negara Indonesia keturunan India, yang disebut sebagai “sang fenomenal” baik oleh orang yang mengkritiknya maupun yang bersimpati padanya. Para pengkritiknya bertanya-tanya, “Apa yang membuat ia begitu populer? Bukankah tak ada yang luar biasa darinya?” Sebaliknya mereka yang bersimpati pada Anand Krishna sungguh mengapresiasi tekadnya untuk menyebarkan kedamaian di antara kelompok masyarakat yang berbeda dan mengklaimkan: “Dia datang dari Sumber Segala Kebijaksanaan.”
Dalam 18 tahun terakhir, Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.
Informasi lebih lanjut tentang Anand Krishna dapat dilihat di Aumkar.org

















