sdokcvE-Learning

SMS/WA Order: 087885111979 - Simpati: 0822 1334 3442

Format: Judul Buku, Alamat Lengkap Pengiriman (untuk penghitungan ongkos kirim) Staff kami akan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus di transfer dan nomor reking bank tempat transfer.

Menguak Kehidupan Lewat Buku “KEHIDUPAN – Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri”  Bersama Anand Krishna

Buku “KEHIDUPAN – Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri adalah buku pertama dari Anand Krishna yang diterbitkan secara umum, buku ini berisikan pemikiran awal dari penulisny.  Banya mutiara spiritual terkait dengan kehidupan yang dibeberkan di dalam buku ini.

Berikut ini sedikit kutipan dari dalam buku “KEHIDUPAN – Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri mari sama-sama kita menguak kehidupan bersama Anand krishna . . . .

 

 

Selamat datang di bumi-Bumi yang Cantik, Indah! Bumi ini memiliki begitu banyak warna, melebihi warna pelangi. Manual ini akan memperkenalkan Anda dengan beberapa warna dasar. Jika Anda cukup kreatif, Anda dapat menghasilkan sebuah lukisan yang indah, yang akan dikenang sepanjang masa, dengan memadukan warna-warna dasar ini!

Kenalilah peralatan-peralatan

untuk melukis, yang sudah disediakan.

Pendidikan Untuk Pertumbuhan

Belajar Tanpa Air Mata

Jalan menuju Kebijaksanaan

Pengajar, Guru-Apakah Anda Membutuhkannya ?

 

PENDIDIKAN UNTUK PERTUMBUHAN

Anda kirimkan anak-anak Anda ke sekolah. Tidak ada salahnya, tetapi tujuan Anda untuk mengirim mereka ke sekolah itu yang salah. Anda mendambakan gelar bagi mereka. Anda punya harapan sendiri. Anda punya mimpi-mimpi Anda sendiri yang tidak terwujud. Sekarang Anda berharap bahwa mereka akan mewujudkannya. Harapan-harapan Anda yang tidak terpenuhi, Anda harapkan agar mereka penuhi. Mungkin saja, sewaktu kecil Anda pernah bermimpi untuk menjadi dokter. Mungkin situasi saat itu tidak menunjang dan impian Anda tidak terwujud. Ekarang Anda ingin anak Anda menjadi dokter. Mungkin saja, ia lebih tertarik pada seni;  mungkin ingin jadi seniman. Tetapi Anda tidak akan memperolehnya. Dia harus hidup untuk mewujudkan impian Anda, hanya untuk memenuhi ego Anda. Betapa bodohnya, betapa lucunya, betapa kejamnya!

Anda lupa bahwa anak-anak Anda memiliki mimpi-mimpi sendiri. Medreka memiliki kehidupan sendiri. Tidak. Anda tidak dapat jalan bersama. Anda juga tidak dapat menyembunyikan ego Anda dibalik tirai bimbingan. Anda tidak mencintai mereka. Anda tidak membimbing mereka. Anda menuntut! Anda ingin mereka hidup untuk Anda, bukan untuk diri mereka sendiri. Anda ingin mereka mengikuti kepercayaan Anda. Anda mengebiri mereka, Anda ingin mereka memekai sepatu yang ukurannya sama dengan Anda. Anda kejam! Anda mengkondisikan mereka. Anda memaksakan ide dan pandangan-pandangan Anda kepada mereka. Anda tidak membiarkan mereka tumbuh berdasarkan apa yang mereka sendiri yakini. Mereka tidak diperbolehkan hidup berdasarkan bimbingan dari hati nurani mereka sendiri. Mereka tidak boleh menghidupi kehidupannya sendiri. Mereka hrus menjadi robot bagi Anda. Anda membuat mereka begitu tergantung kepada Anda. Betapa kejamnya!

Anda menghabiskan waktu ber jam-jam di kantor; sering kali bukan untuk pekerjaan , tetapi untuk ngobrol dengan sekertaris Anda. Istria Anda sibuk dengan kehidupannya sendiri, mungkin meniti kariernya, mungkin menghabiskan waktu untuk arisan… mungkinjuga berantai-ria di salon selama berjam-jam.  Semuanya itu ia namakan ‘sosialisasi’. Anda tidak punya waktu untuk anak-anak Anda; Istri Anda sibuk dengan kesibukannya sendiri. Apa yang terjadi? Anda masih manusia, begitu pula istri Anda … dan akhirnya Anda merasa bersalah.

Untuk menyembunyikan rasa bersalah ini Anda menggunakan uang, materi. Anda berbelanja dengan boros,  membeli barang-barang yang tidak merupakan kebutuhan dan atas nama cinta memberikannya kepada anak-anak Anda. Anda memanjakan mereka. Anda membungkus rasa bersalah Anda dengan kertas kado kebahagiaan materi yang tidak berarti bagi mereka. Mereka membutuhkan kasih Anda. Apa yang Anda lakukan bukan cara mendidik yang baik. Anda hanya mengulang perbuatan otangtua Anda terhadap Anda. Anda sebenarnya tidak pernah tumbuh dan sekarang Anda menghalani pertumbuhan anak-anak Anda. Anda ingin mereka menjadi fotokopi Anda. Iapa sih Anda ini? Anda berperan sebagai pengawas di rumah tahanan dan anak-anak Anda menjdi narapidana yang sedang menjalani hukuman.

Anda tidak pernah belajar dari sejarah. Anda seperti ayah Siddharta yang ingi menyembunyikan kenyataan-kenyataan hidup dari anaknya. Siddhartha tidak diperkenankan bertemu dengan orang sakit. Siddhartha tidak boleh melihat kematian. Sddhartha jangan sampai bertatap muka dengan orang tua yang renta. Sampai kapan Anda dapat menyembunyikan kenyataan hidup dari seorang Siddhartha? Ayahnya tidak berhasil, dan itu merupakan suatu keberuntungan bagi Siddhartha. Untunga ayahnya tidak berhasil, apabila berhaik, tidak akan pernah ada seorang Buddha dalam dinasti Shakya. Ayahnya memang harus gagal, karena keberhailannya akan merupakan kegagalan Siddharta.

Beruntunglah Siddhartha; ia mendengarkan rantapan seorang yang sedang sakit parah. Ia melihat jasad seseorang yang sudah meninggalkannya, sudah mati. Ia melihat pula betapa tak berdayanya seorang lansia. Dan sekali lagi dunia kita menjadi sedikit lebih kaya; dunia kita dianugrahi dengan seorang Buddha. Berdoalah bahwa Anda gagal dalam upaya Anda untuk mengkondisikan anak-anak Anda, karena di balik kegagalan Anda tersembunyi keberhailan anak-anak Anda. Apabila Anda tidak gagal, ketahuilah bahwa Anda telah berhasil mendorong anak-anak Anda memasuki ruang tahanan yang gelap gulita. Berdoalah untuk jiwa mereka! Jangan sampai anak-anak Anda menjadi tahanan seumur hidup. Cara Anda mendidik anak Anda jelas salah. Anda tidak mendidik. Anda mengkondcisikan mereka. Anda membuat mereka tumpul. Anda membuat mereka bodoh. Bukan. Itu bukan pendidikan. Lepakan anak-anak Anda; biarkan mereka mengembangkan seluruh potensi mereka. Jangan membatasi pertumbuhan mereka.

Jangan salah paham, saya tidak menganjurkan Anda membiarkan mereka tumbuh liar. Tunas-tunas muda harus dijaga. Rumput liar pengganggu pertumbuhan tunas-tunas muda ini harus dibuang. Tetapi biarkan tunas-tunas tersebut tumbuh alamiah. Saya menentang pemakaian segala macam pupuk kimiawi secara berlebihan. Ini tidak sehat. Lebih baik menggunakan pupuk kandang, pupuk alami-ini lebih bijaksana.

Rawatlah mereka sepenuh hati.  Penuhiklah kebutuhan-kebutuhan dasar mereka. Jangan melebihi itu. Semua harus berada dalam batas. Lindungilah mereka terhadap binatang-binatang liar. Jika dirasa perlu, buatlah pagar sekelilingnya. Tetapi semuanya itu Anda harus lakukan, semata-mata untuk pertumbuhan tanaman Anda, bukan untuk mengebirinya. Sirami mereka, tetapi Anda harus tahu berapa kali sehari. Jangan sampai berlebihan; jangan juga terlalu sedikit, sehingga mereka kekeringan. Sirami akarnya, jangan daunnya saja. Anda harus menjadi sedikit lebih bijaksana-inilah cara yang benar untuk merawat anak-anak Anda.

Biarkan mereka mandi di bawah sinar matahari. Biarkan mereka tumbuh dengan kecepatan pertumbuhan yang alami. Jangan memaksa mereka. Mereka tidak akan pernah tumbuh. Anda akan menghasilkan robot, bukan manusia. Jangan buat anak-anak Anda seperti bonsai. Bonsai bisa menjadi tanaman yang indah dipandang, tetapi hanya untuk ruang keluarga Anda. Yang kerdil biasanya dipekerjakan dalam sirkus atau menjadi pelawak. Apakah itu yang Anda inginkan dari anak-anak Anda? Aku tidak mengatakan bahwa bonsai itu tidak indah, bahwa yang kerdil itu manusia kelas dua. Namun berapa banyak bonsai yang kita butuhkan ? Masyarakat dunia kita yang aneh ini, dengan segala macam diskusi tentang hak-hak asasi manusia dan lain sebagainya, tidak akan bisa menerima seorang kerdil untuk mewakili kepentingannya dalam dalam Dewan Perwakilan Rakyat. Bahkan mereka yang kerdil pun menjadi minder dan tidak akan pernah membayangkan suatu kedudukan seperti itu. Saya tidak bicara tentang kekerdilan tubuh saja, saya bicara tentang kekerdilan dalam segala bentuk. Bonsai itu indah hamper sempurna. Tetapi mereka tidak pernah tumbuh. Begitu Anda melihat mereka tumbuh, Anda cepat-cepat menghentikan pertumbuhannya. Anda tidak ingin melihat pohon liar dalam ruang keluarga Anda, yang Anda inginkan hanya bonsai. Begitu mereka tumbuh, Anda memotongnya, menyesuaikannya dengan ukuran ruang keluarga Anda. Renungkan sejenak, bukankah itu yang selama ini Anda lakukan terhadap anak-anak Anda?

Dengan sengaja Anda menghentikan pertumbuhan anak-anak Anda. Apakah ini yang disebut Cinta? Kasihkah ini?

Pilihan ada di tangan Anda! Memilih bonsai yang indah, sempurna namun kerdil, yang hanya dapat menyejukkan ruang keluarga Anda-atau pohon yang besar, lebat, sarat dengan buah dan bunga? Memang pohon itu kadang-kadang dapat bertumbuh liar, namun keindahannya tidak dapat dibandingkan. Pohon seperti itu melindungi Anda, mengubah bangunan yang Anda tempati menjadi rumah yang nyaman untuk dihuni.

 

Bagaimana?

Sangat menarik, bukan!

Bagi Anda yang masih tertarik untuk terus mendalami sari pati kehidupan seperti yang dibeberkan di dalam buku, langsung saja melanjutkan membaca lembaran demi lembaran buku “ KEHIDUPAN – Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri ” buah karya Anand Krishna ini.

 

= =

Sumber ;

Judul Buku : “ KEHIDUPAN – Panduan untuk Meniti Jalan ke dalam Diri

Penulis : Anand Krishna

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1997

 

Newsletter

BC