sdokcvE-Learning

SMS/WA Order: 087885111979 - Simpati: 0822 1334 3442

Format: Judul Buku, Alamat Lengkap Pengiriman (untuk penghitungan ongkos kirim)

Staff kami akan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus di transfer dan nomor reking bank tempat transfer.

jangka-jayabaya-500x500Berbicara tentang ramal meramal, tentunya tidak akan pernah lepas dari ramalan Jayabaya akan Nusantara. Jayabaya salah seorang raja Kediri (1130-57), masa pemerintahannya merupakan jaman emas bagi perkembangan sastra Jawa Kuno. Pada masa pemerintahannya inilah Raja Jayabaya menulis syair Jangka Jayabaya yang dipercaya banyak kalangan berisi ramalan tentang masa keruntuhan kerajaannya sendiri, dan sekaligus tentang kebangkitan dan kejayaannya kembali di kelak kemudian hari. Ramalan tentang jatuh-bangunnya Nusantara.

Di dalam buku Jangka Jayabaya Saatnya Bertindak Tanpa rasa Takut dan Meraih Kejayaan, Anand Krishna menyuguhkan pemahaman yang berbeda tentang ramalan Jayabaya.

Anand Krishna menuturkan jika “Jangka” tidak berarti ramalan.  Jangka berarti waktu, time…Jangka adalah waktu yang ikut berubah bersama keberadaan. Ramalan memang menarik dan bisa saja akurat, namun ia akan menjadi basi bila telah menjadi kenyataan.

Tidak demikian dengan Jangka. Jangka Jayabaya dari dulu hingga kini tetap menarik. Dibaca kapanpun baik-bait Jangka Jayabaya tetap menarik dan selalu relevan. Jayabaya memang abadi, namun bukan si penulis Jangka Jayabaya, tetapi Jayabaya itu sendiri yang abadi.  Jaya berarti “menang, kemenangan”.

Bhaya berarti “rasa takut”. Jaya Bhaya berarti “kemenangan atas rasa takut” Karena itulah bagi Anand Krishna Jangka Jaya Bhaya adalah ajakan untuk transformasi diri, mengalahkan ketakutan. Lebih dari sekadar ramalan, naskah kuno ini memaparkan tuntutan waktu supaya kita hidup dalam kekinian, dengan penuh semangat, dan berkarya tanpa rasa takut.

Buku yang terdiri dari 30 bab ini mengurai secara rinci bait-bait syair Jangka jayabaya dalam pemahaman kerangka modern yang menghadrikan semangat pembaharuan di dalam ruh setiap insan untuk bangkit dan menyongsong masa depannya di Nusantara Jaya.

Newsletter

BC