sdokcvE-Learning

SMS/WA Order: 087885111979 - Simpati: 0822 1334 3442

Format: Judul Buku, Alamat Lengkap Pengiriman (untuk penghitungan ongkos kirim) Staff kami akan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus di transfer dan nomor reking bank tempat transfer.

Hanuman-Factor-500x500Dalam buku The Hanuman Factor Anand memaparkan 8 kemampuan Sang Duta Rama (halaman 140-141). Antara lain, Anima (kemampuan mengecil menjadi seukuran partikel atom), Mahima (kemampuan membesar menjadi seukuran alam semesta), Garima (kemampuan menjadi sangat berat), Laghima (kemampuan menyala terang-benderang), Prapti (kemampuan berada di banyak tempat pada saat yang bersamaan), Prakamya (kemampuan mewujudkan segala kemauan), Isitva (kemampuan merasuki raga apa dan siapa saja), Vasittva (kemampuan mengendalikan segala situasi).

Aktivis spiritual ini memaknai kemampuan linuwih (lebih) Hanuman tersebut dari sudut pandang psikologi mutakhir. Antara lain, Anima ialah kemampuan melepaskan segala keterikatan dan beban hidup (to let it go). Praksisnya setelah kita melakukan latihan katarsis (pembersihan jiwa), otomatis badan terasa seringan kapas. Prapti juga bisa dimaknai sebagai kemampuan memahami perkembangan zaman. Salah satunya dengan membaca buku. Menurut Maya Safira Muchtar “Book” dalam bahasa Inggris merupakan singkatan dari Broad Ocean Of Knowledge (Lautan pengetahuan yang luas).

Pada halaman 26-27 ada diagram unik. Memuat 4 cara menemukan “pusat” di dalam diri manusia. Pertama ialah Kama atau keinginan kuat. Kedua ialah Artha, bukan semata harta duniawi melainkan makna hakiki dari kehidupan itu sendiri. Ketiga ialah Dharma alias kebajikan. Keempat ialah Moksha atau kebebasan sejati. Istilah kerennya, “Bebas dari sekaligus bebas untuk.” (Freedom from and freedom for).

Ironisnya, manusia cenderung mengawinkan Kama dengan Artha, padahal keduanya linear segaris. Akibatnya, kita berkeinginan tunggal melulu untuk mengumpulkan harta. Begitu pula dengan pasangan Dharma dan Moksha, kita berbuat baik untuk meraih kapling di surga dan menghindar dari siksa neraka. Hubungan kita dengan Sang Kekasih ibarat transaksi dagang. Mirip dengan keledai yang diiming-inging wortel (carrot) dan ditakut-takuti tongkat/cambuk (stick).

Seyogianya garis pertemuannya musti diagonal menyilang. Artinya, berkeinginan tunggal (Kama) untuk meraih kebebasan sejati (Moksha). Lantas kita mengumpulkan harta (Artha) untuk berbagi dengan kaum yang terindas dan menderita (Dharma). Hidup terasa indah tatkala kita sudi berbagi rejeki dan berkah dengan tetangga sebelah tanpa memusingkan apa isian kolom agama di KTP.

T. Nugroho Angkasa S.Pd
Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma
dan Aktivis National Integration Movement Yogyakarta
Blog: local-wisdom.blogspot.com

Newsletter

BC