sdokcvE-Learning

SMS/WA Order: 087885111979 - Simpati: 0822 1334 3442

Format: Judul Buku, Alamat Lengkap Pengiriman (untuk penghitungan ongkos kirim) Staff kami akan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus di transfer dan nomor reking bank tempat transfer.

Anand Krishna Menjelaskan Tentang Pentingnya Vegetarian, Dimana Gaya Hidup Vegan Bukan Hanya Urusan Bertahan Hidup Melainkan Sebuah Pilihan Dalam Memberdayakan Diri

 

Di dalam video yang berjudul “Kenapa Harus Beralih ke Diet Vegetarian/Vegan? Anand Krishna menjelaskan tentang pentingnya vegeratiran dimana di dalam video tersebut dikupas secara mendalam manfaat haya hidup vegan.

Banyak orang yang mempertanyakan tentang gaya hidup vegan, dimana diketahui mereka yang memilih untuk menjadi vegetarian tidak memakan daging dikarena untuk menikmati santapan daging tersebut terlebih dahulu harus membunuh binatang. Namun bagaimana dengan tumbuh-tumbuhan?, mereka juga bertumbuh dan ingin hidup. Tumbuh-tumbuhan juga makhluk hidup, namun mereka para vegeratian memakan tumbuhan itu?.

Anand Krishna yang merupakan tokoh spiritual humanis dan sekaligus penulis 200an buku-buku spiritual menjelaskan dalam video tersebut, jika “Tumbuhan itu tumbuh bukannya lahir. Manusia dan binatang itu lahir dan punya ibu.”

Dijelaskan lebih mendalam oleh Beliau terkait dengan hal tersebu, “tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang kita petik daun-daunnya mereka tetap tumbuh dan tidak langsung mati.  Kita tidak membunuh pohonnya, kita mengambil daunnya dan daunnya atau pohon tersebut masih bisa tetap hidup. Tanaman tersebut masih bisa hidup karena masih ada energi bukan mind seperti yang ada dalam binatang dan manusia.”

“Di dalam tumbuhan, peran mind sangat minim berbeda dengan manusia dan binatang mindnya cukup aktif. Binatang punya perasaan dan keterikatan juga dengan ibunya, anaknya dan saudaranya tidak seperti tumbuhan yang tidak punya perasaan sehalus itu.”

Selanjutnya Anad Krishna mengupas lebih dalam satu lapisan lagi terkait dengan vegetarian, dimana vegeratarian bukan hanya urusan perut. Bukan hanya urusan untuk keberlangsungan hidup melalui mencukupi kebutuhan makan. Melainkan vegetarian adalah merupakan hidup berkesadaran dan membudyakan diri untuk menumbuhkan kasih saya.

“Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk menjadi vegetarian. Bila seseorang sudah menjadi compassionate, silakan berfikir untuk menjadi vegetarian atau tidak. Menjadi vegetarian berkaitan dengan meditasi.”

“Bila kita ingin menjadi meditator dan hidup berkesadaran lalu menjadi vegetarian, akan timbul rasa kasih sayang.”

Kemudian Host yang memandu acara dalam video tersebut, Archana menggali lebih dalam lagi dengen mengenai menjadi seorang vegetarian “Berarti menjadi vegetarian bukan hanya tidak makan makanan yang hidup karena tumbuhan juga hidup”

Anand Krishna kemudian melanjutkan penjelasannya beliau lebih mendalam terkait dengan gaya hidup vegetarian. “Kita harus membedakan antara prana (energi) dengan mind yang fully developed dalam manusia dan mind yang juga developed dalam binatang. Contohnya: ikan Arwana yang lebih sensitif daripada kita.”

“Ada penelitian yang menyebutkan bila kita punya ikan Arwana, lalu orang yang berada di rumah tersebut stress, ikan tersebut bisa ikut stress.”

“Ada petuah yang berbahasa Sanskrit bahwa sesuatu yang memiliki wajah dan lahir dari rahim ibu, harus kita hindari karena mindnya sudah hampir menyerupai manusia.”

Dialog semakin menarik ketika masuk ke dalam penjelasan terkait dengan memakan tumbuhan yang ternyata memiliki makna yang mendalam.

Berikut ini adalah penjelasan Anand Krishna,  “Kita harus meminimalkan. Guru saya selalu mengingatkan ceiling on our desire.  Kita tidak dapat hidup tanpa desire sama sekali, kita tidak bisa hidup tanpa makan.”

“Bagaimana  kita bisa meminimize, kita makan sesuatu yang tidak merugikan diri kita sendiri karena bila kita makan binatang, hewan, mind binatang tersebut mempengaruhi kita.”

Di sini sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan dimana kepusuan untuk memakan tumbuhan tersebut disebabkan karena tumbuhan akan memiliki dampak lebih baik dalam perkembangan diri jika dibandingkan harus memakan binatang.

Dampak memakan binatang jauh lebih buruk daripada memakan tumbuhan, karena memakan binatang bisa mempengaruhi perkembangan diri.

Mari kita lanjutkan mendengarkan penjelasan Anand Krishna lebih dalam lagi terkait dengan gaya hidup vegetarian tersebut. Dimana ada kebijaksanaan yang mungkin sama sekali tidak terpikirakan oleh kita sebelumnya.

“Bila kita mengambil buah dari pohon, kita tidak membunuh pohon tersebut. Ia masih bisa hidup, berbeda dengan hewan yang disembelih, dia langsung mati.  Binatang punya emosi yang hampir menyerupai manusia. Pikirannya mungkin tidak begitu berkembang, namun perasaannya, emosinya, cinta terhadap anaknya dan sebagainya itu sama seperti pada manusia.”

Archana yang menjadi host dalam video tersebut ingin lebih mendalami dan kemudian beliau menanakan sebuah pertanyaan yang sangat bagus “Berkaitan dengan pikiran, apakah makanan-makanan ini mempengaruhi pikiran kita?.”

Kemudian Anand Krishna dengan pengalaman dan pengetahuan beliau yang mendalam terkait dengan meditasi memberikan penjelasan yang sangat bagus sekali terkait dengan perkembangan spiritual dalam diri.

“Ya, apa pun yang kita makan akan mempengaruhi energi kita kemudian mempengaruhi pikiran kita, intelejensia kita juga terpengaruh dan kemudian mempengaruhi perkembangan spiritual kita.

Jadi, apa pun yang kita makan itulah konsekuensinya. Silakan makan daging, pikiran kita akan lebih banyak rajasik dan tamasik.

Kalau tiap hari makan daging pasti malas, sesekali makan daging menjadi aktif tapi bisa juga jadi hiper aktif. Kalau satvik, akan menjadi kalem, tetap mendapatkan dinamisme dari sayur-sayuran yang mengandung unsur api.”

Archana kemudian memberikan kesimpulannya sebelum menutup sesi video yang sangat bermanfaat untuk perkembangan spiritual, “Bila makanan mempengaruhi kualitas pikiran kita, berarti alam benar-benar sudah menyediakan, sudah ada intelejensia tersendiri. Seperti orang-orang yang tinggal di Eskimo, tidak ada tumbuhanm namun mereka butuh panas dalam tubuh untuk beraktifitas.”

Anand Krishna memberikan penegasan terkait dengan kebutuhan hidup di negeri tropis seperti Indonesia ini.

“Di Tibet pun demikian. Jadi tergantung pada di mana kita berada. Bila kita berada di negeri tropis seperti ini, kita sebenarnya tidak butuh daging.”

Bagaimana sangat menarik bukan? Penjelasan yang luar biasa dari seorang tokoh spiritual humanis terkait dengan gaya hidup vegan, dimana tidak hanya persoalan makan dan keberlangsungan hidup semata. Melainkan juga menjadi sebuah upaya untuk pemberdayaan diri, dimana semua dimulai dari makanan. Dalam proses bertahan hidup, seharusnya kita mengasah kesadaran kita mana makanan yang bisa merugikan diri dan dapat menghambat pemberdayaan diri, dan mana yang tidak. Semua pilan ada ditangan kita, untuk lebih jelasnya sebagiknya Anda juga menyimak video sesi tanya – jawab spiritual yang mencerahkan tersebut.

 

 

Buku Panduan Meditasi Untuk Pemula Karya Anand Krishna

Bagi Anda yang ingin mempelajari Meditasi untuk kebutuhan sehari-hari dalam menanggulangi stress dan gangguan kesehatan, Anda bisa mempelajari buku yang berjudul “Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern”.

Dimana dalam buku tersebut dibahas tentang teknik meditasi yang dikemas secara khusus oleh Anand Krishna untuk kebutuhan orang modern.

Buku tebal tersebut lahir dari pengalaman Anand Krishna sembuh dari penyakit kanker darah (leukimia), dipaparkan dalam bahasa sederhana yang sangat mudah dipahami buku ini bisa menjadi kawan perjalanan dalam memberdayakan diri.

Newsletter

BC