sdokcvE-Learning

SMS/WA Order: 087885111979 - Simpati: 0822 1334 3442

Format: Judul Buku, Alamat Lengkap Pengiriman (untuk penghitungan ongkos kirim) Staff kami akan menginformasikan jumlah pembayaran yang harus di transfer dan nomor reking bank tempat transfer.

Anand Krishna Lahirkan Buku “Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern” Yang Berisikan Filsafat Yoga Yang Holistik

Anand Krishna adalah seorang tokoh spiritual dan humanis Indonesia, dimana kembali Beliau yang memang terkenal sebagai penulis produktif kembali melahirkan sebuah buku panduan Yoga. Buku tersebut adalah buku “Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern” dimana di dalam buku tersebut banyak sekali pengetahuan dan mutiara hikmah terkait dengan Yoga yang harus diketahui dan dikuasi oleh para praktisi dan instruktur Yoga.

Yoga bukan sekedar gerakan akrobatik, melainkan Yoga adalah sebuah gaya hidup. Bagi Anda yang tertarik untuk mendalami Yoga, buku “Yoga Sutra Patanjali Bagi Orang Modern” adalah salah satu buku panduan Yoga yang harus Anda baca dan pelajari.

Berikut ini sedikit kutipan terkait pembahasan di dalam buku, mari kita simak bersama . . . .  

 

 

 

 

Kesucian

(Dari Sutra Patanjali II.40)

 

“Dari kesadaran akan śauca atau kesucian, kemurnian, muncullah rasa jijik terhadap badan fisiknya sendiri, yang pada hakikatnya adalah kotor dan senantiasa berubah mengikuti hukum kebendaan – demikian ia terbebaskan dari keterikatan pada badan fisik; dan muncul pula rasa enggan untuk berinteraksi secara fisik dengan badan-badan lainnya”

 

Seorang praktisi Yoga dari Barat mengatakan, “Setelah membaca sutra-sutra seperti ini, saya berkesimpulan bahwa Patanjali adalah antisosialisasi. Sebab itu, saya tidak mau berurusan dengan Patanjali. Cukup saya berurusan dengan latihan-latihan, gerakan-gerakan āsana. Lebih baik berguru sama para pemandu asal Barat. Mereka lebih progresif. Patanjali kolot.”

Well, Saya merasa tidak perlu menanggapinya, karena dia sudah menjatuhkan vonis. Mau bicara apa lagi? Persis seperti para hakim tak-agung, yang merasa tidak tersentuh oleh hukum, bias seenaknya menjatuhkan vonis walau tidak sesuai dengan undang-undang – demikian pula praktisi dari Barat tersebut sudah menjatuhkan vonis. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.

Seandainya ia tidak menjatuhkan vonis dan mau mendengar tanggapan saya, tentu saya akan memberikan tanggapan.

Sesungguhnya, banyak yang tidak memahami sutra-sutra ini, bahkan para penerjemah ahli Sanskrit sekalipun – jika mereka memperlakukan sutra-sutra ini sebagai karya sastra saja, jika mereka menerjemahkannya tanpa melakoni Yoga.

 

Kembali pada sutra.

“SESEORANG YANG TELAH TERSADARKAN AKAN NILAI KEMURNIAN, Kesucian atau Śauca tidak lagi tertarik dengan segala sesuatu yang tidak murni, tidak suci,” kiranya demikian maksud Patanjali.

Apa salah?

Jika Anda akan pentingnya menjaga kebersihan diri, kebersihan rumah, dan nilai higienis, apakah salah jika kemudian Anda tidak lagi tertarik dengan segala sesuatu yang dapat kotor? Apakah salah jika Anda menolak makan sesuatu yang disiapkan secara tidak higienis?

Meterikatan kita dengan badan kita sendiri, dan dengan badan orang lain adalah karena kita menganggap badan sebagai sesuatu yang…….. Silakan Anda isi sendiri.

Aku cinta kamu karena kamu cantic. Aku cinta kamu karena kamu tampan. Aku cinta kamu karena ketika kamu tersenyum, seolah alam semesta ikut tersenyum bersamamu. Wangi badanmu sungguh sangat memabukkan.

Apa jadinya ketika badan yang dipuja-puji itu ditinggal oleh Hyang Bersemayam di dalamnya, Hyang Menghidupinya? Wangi yang memabukkan berubah menjadi bau busuk.

BAU BUSUK, BAU TIDAK SEDAP – itulah kebenaran badan. Tidak perlu tunggu mati, sekarang saja, coba jangan mandi selama satu minggu. Jika indra penciuman Anda masih bekerja dengan baik, Anda akan merasa jijik terhadap bau badan Anda sendiri.

Mau menghabiskan setengah botol parfum pun tidak membantu. Keringat dan bau badan malah berinteraksi dengan bahan kimia parfum sehingga mengeluarkan aroma yang tambah tidak sedap.

Memang ada juga yang sangat tidak peka terhadap bau badan. Percaya-tidak-percaya, mereka justru adalah orang-orang yang sangat materialistis. Bau badan mewakili bau-materi. Jika seorang terbiasa dengan bau badannya, tidak merasa terganggu oleh materi, oleh kebendaan, oleh dunia benda.

PADA DASARNY MATERI ADALAH KOTOR, atau setidaknya bias kotor, rentan terhadap pencemaran apa saja. Bisa oleh lembap, oleh debu, oleh udara panas, oleh salah satu dari sekian banyak kemungkinan atau perubahan yang terjadi pada alam.

Sebab itulah badan perlu mandi.

Inilah maksud Patanjali, “Menyadari bahwa badan pada prinsipnya adalah kotor, bias kotor. Demikian pula dengan gugusan pikiran serta perasaan, manah, atau mind – bisa kotor, bisa tercemar.” 

Nah, dengan kesadaran ini, Patanjali mengharapkan kita tidak tertarik, tidak terikat dengan badan, dan mencari sesuatu yang tidak ikut menjadi kotor Bersama badan, tidak ikut tercenar ketika badan tercemar.

Pencarian itu hanya dapat dimulai, hanya akan kita mulai, jika kita sadar betapa kotor badan yang selama ini menjadi sangkar bagi Jiwa.

SEORANG PETERNAK AYAM pernah bercerita bahwa walau ayam-ayamnya kadang meninggalkan kendang sehingga ia kira sudah hilang, atau sudah diambil orang, ternyata setelah beberapa jam bisa kembali sendiri.

Kenapa?

Ternyata ayam-ayam yang sudah tinggal lama di kendang itu, sudah terbiasa dengan bau – kendang, bau kotoran mereka sendiri. Berada di luar kendang, mereka malah menjadi bingung. Mereka tidak bias berlama-lama di liuar kendang. Mereka mesti kembali ke kendang.

Keadaan kita kurang lebih sama.

Kita sudah terbiasa dengan “bau badan kita sendiri”, bahkan dengan “bau-fisik” – fisik siapa saja. Fisik dalam pengertian seluas-luasnya. Fisik semesta, fisik alam semesta. Terikat oleh bau itulah yang membuat kita terdampar kembali ke kandang dunia!

Seseorang yang sudah bebas dari keterikatan dengan dunia benda adalah ia yang tidak lagi menyukai bau-dunia, itu saja, sesederhana itu. Demikian, ia tidak lagi terikat dengan dunia benda, dengan relasi-duniawi, dengan kebendaan itu sendiri.    

 

Panduan Video Spiritual

Selain melalui buku-buku, Anand Krishna juga membangi mutiara pengetahuan spairitual melalui video yang diunggah di dalam channel YouTube, berikut ini adalah salah satu video yang berjudul “Kunci Kebahagiaan Sejati dan Peradaban Nusantara“.

 

<iframe width=”560″ height=”315″ src=”https://www.youtube.com/embed/31LdnsJ_MIw” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture” allowfullscreen></iframe>

Newsletter

BC